Friday, June 17, 2011

my life as..

Ini saya, Rendy Adiwilaga, manusia yang selalu tidak ikhlas jika bayar parkir di mall-mall besar, pria yang selalu aneh melihat teman lelakinya jelalatan terhadap wanita montok yang padahal siapa yang tahu itu bukan tubuh asli, siapa tahu pantatnya pakai sterofoam, atau dadanya pakai gabus, biar terlihat seksi, dan rendy, orang yang bebas tanpa naungan bendera apapun kecuali bendera negara kita tercinta negara indonesia..
Setiap hari, saya selalu bangun pagi, pagi itu menurut saya setengah 6, waktu indonesia barat, itu karena saya tinggal di bandung, kalo saya di tidore, saya berarti sering bangun siang, ya setengah 8, kalau saya di manokwari? Ya beda sedikit lah. Ya saya sering bangun jam segituan, karena saya punya janji sama tuhan saya untuk bertemu, memohon ampun karena belum bisa menjadi manusia yang soleh dan rajin mengaji, dan meminta doa, macam-macam, mulai untuk orangtua saya, untuk saya sendiri supaya sukses, klise, tapi terserah saya karena itu doa saya. Saya juga meminta supaya dilancarkan kalau ada apa-apa, saya tipe orang yang benci akan tantangan, dan sedikit takut akan cobaan, saya mau yang biasa-biasa saja, tapi saya mau istri yang tidak biasa, saya mau istri yang manis dan nurut sama saya, ya Allah, maafkan saya karena saya tidak tahu diri. Setiap hari selalu janjian, siangnya juga, sore juga, magrib biasanya juga bertemu, malam-malam juga harus, saya senang sama agama saya, selalu bisa berinteraksi dengan tuhan, padahal saya hanya makhluk tidak penting yang banyak nuntut, tapi Allah selalu bersedia bertemu. Beda jauh dengan rektor saya, rektor tempat saya kuliah, rektor universitas padjadjaran, ih dia mah, susah bertemu, urusan tidak menyangkut orang yang penting-penting, tidak mau bertemu, ah jangan jauh-jauh, dekan saya pun begitu, dekan FISIP UNPAD, melihat dia seperti melihat komet halley. Saking jarangnya, Ya tidak 76 tahun sekali sih, tapi perumpamaannya seperti itu, saya jelaskan takutnya kamu tidak mengerti.
Saya juga sering sarapan, kalau tidak sarapan biasanya saya bodoh untuk beberapa menit yang lama, saya mau pintar, terlihat pintar, supaya orang-orang di kelas pada kagum, supaya orang-orang satu frame, pintar lebih oke daripada tampan. saya tampan, tapi saya lebih suka disebut pintar, tapi saya malah jarang disebut seperti itu, tampan juga sepertinya tidak pernah. Kenapa ya? Padahal saya selalu menyemangati diri sendiri, muka saya eksotis, seperti buah nanas di pantai tropis. Oke saya tidak setampan indra brugman, atau mungkin beniqno, saya juga tidak sepintar sri mulyani atau boediono, tidak mau ah, terlalu pintar bisa membuat saya sombong dan seenaknya mengambil keputusan. Tapi manusia rendy ini bersyukur karena teman-temannya pada baik, pada cantik, pada mau kalo dicontek, pada mengerti kalo saya genit tapi tidak cabul, ya mereka semua teman saya, kasihan kamu, tidak punya teman-teman sebaik saya. Tapi biarpun begitu, saya selalu merasa sendiri.
Hutang saya banyak, tapi biarin saja, saya itu serba banyak, yang sedikit itu Cuma amal ibadah saya. Begitu karena saya sering mencibir orang lain, saya punya teman namanya rosyid, aduh ya ampun kalau saya tidak mengumpat dia rasanya saya belum makan 5 hari, sudah seperti kebutuhan, rosyid itu aduh ya ampun saya juga tidak tahan, dangdut sekali! Menyebalkan juga, ih, bener da, tau ah! Saya jadi kesal sendiri, tapi kamu harus tahu, saya selalu mendoakan dia agar sukses di hari tua, biarpun saya suka suujon kalo dia jadi pegawai negeri sipil dia korupsi, tapi sudah ah yah, kasihan.
Di kampus, saya itu ketua angkatan, Cuma angkatan jurusan sih, ya itu angkatan 2008 ilmu pemerintahan. Saya kalo ingat 206 orang yang saya pimpin ini, aduh biung, bingungnya minta ampun, tapi saya biasa saja, ngapain pusing sama mereka, toh mereka juga tidak pernah memusingkan saya. Kalo pusing saya biasanya minum oskadon 4 tablet langsung. Enaknya, benar kata teman saya, makan itu serasa terbang, jalan pun tidak berkeringat, ya gimana mau berkeringat, orang jalan Cuma dari teras ke kamar. Saya ringan tau, badan saya terakhir ditimbang Cuma 51 kg, badan saya ringan seringan hidup saya. Tapi kadang menjadi berat, itu ketika saya bertemu asmara. Saya akui asmara memang membuat hidup sedikit tak beraturan. saya mengerti kenapa si doel anak sekolahan menjadi tidak pernah sekolah (kuliah) hanya karena bingung menentukan pilihan, pilih sarah atau zaenab. Tapi saya tidak mau mengerti sama anak-anak emo, patah hati langsung ambil silet, mengiris nadi dan kemudian mengeluarkan sayap hitam dari punggung. Perasaan tidak rasional sekali. Saya sama seperti darius ke dona agnesia, sama seperti yono ke sari, ya itu, saya juga punya perasaan terhadap lawan jenis. Saya selalu ingin gadis yang betul, yang ngasuh saya dan mengerti kalau saya manja dan selalu ingin ditemani, diperhatikan, disayang seperti halnya viking yang menyayangi persib sepenuh hati. Saya benci the jack, maaf saja ya, bukan saya rasis. Tapi begitu lah, tak perlu saya jelaskan karena saya pikir kalo saya jelaskan buang-buang waktu, saya juga benci sendal crocs. Sendal atau sepatu? Sama saja, soalnya gaul dan merupakan sumber kebohongan. saya benci, benci semuanya, saya benci eye contact, saya benci menunggu, saya benci perokok, saya banyak bencinya ternyata, saya juga benci dibohongi, saya benci kalo sedang smsan tapi lawan smsan saya ketiduran, saya benci tidak dibalas smsnya, ah benciii, saya benci semua yang menganggu kesenangan saya, kamu pun begitu. Mengaku saja, iya kan??
Tapi tadi kita ngobrol semakin tidak jelas. Yang jelas kini saya tengah menanti umur saya menginjak kepala dua pada tanggal 30 oktober nanti. Saya mulai merasa dewasa, merasa sudah harus bertanggung jawab. Pada siapa? Pada siapa sajalah yang merasa memberikan tanggung jawab sama saya. Istri saya kelak siapa ya? Saya selalu memikirkannya. Kadang satu-satu teman saya, saya khayali. Kadang juga saya berpikir kalo orang yang sering saya siksa bisa jadi istri saya. Ah jadi takut, tapi kalo jodoh bagaimana lagi yah? Tapi saya sudah punya yang mantap di hati, Cuma saya yang tahu, tahu kalo saya ternyata menghayal lagi. Menghayal itu rame, tidak ada yang mengganggu. adapun hal yang mengganggu Cuma suara ibu yang teriak minta belikan terasi ke warung bu popon.

No comments:

Post a Comment